5. DIGITAL ENTERPRENEURSHIP (Dibuat oleh: Adilisia Talsyabila Prodi Manajemen Weekend '2892350144')

 



    Digital Entrepreneurship merupakan istilah yang mencakup bisnis online yang dibuat dan dijalankan oleh seseorang. Digital entrepreneurship juga dapat didefinisikan sebagai peluang kewirausahaan yang diciptakan melalui penggunaan platform teknologi dan peralatan komunikasi informasi lainnya. Implementasi prinsip digital entrepreneurship tidak bergantung sepenuhnya pada hal yang berkaitan dengan teknologi atau digital. Sisi “manusia” juga tidak bisa dihilangkan, karena seluruh aktivitas pada bisnis digital memerlukan komunikasi yang efektif dimana pelayanan tetap bergantung pada rasa “human touch”. 

    Digital Entrepreneurship juga mencakup segala sesuatu yang baru dan berbeda tentang kewirausahaan di dunia digital, antara lain:

1. Cara baru menemukan pelanggan untuk usaha wirausaha.

    Melalui teknologi digital, pebisnis dapat memperluas jaringan pelanggannya melalui berbagai platform online, kanal media sosial, maupun pada marketplace. Hal ini disebabkan jarak antara penjual dan pembeli hanya terasa sejauh jempol dan layar. Kini, setiap pebisnis, terutama pebisnis baru dapat lebih mudah untuk berwirausaha kapan saja dan di mana saja tanpa perlu mengeluarkan biaya sewa lokasi strategis untuk berdagang dengan cara konvensional. 

2. Cara baru merancang dan menawarkan produk, dan layanan.

    Pada praktiknya, untuk menguasai digital entrepreneurship, pebisnis perlu menguasai beberapa keterampilan dasar, seperti: dapat menemukan target pelanggan baru secara online, membuat prototipe ide bisnis baru (karena persaingan yang begitu ketat di ekosistem yang begitu subur), menggunakan data untuk mengembangkan bisnis, dan menguasai pemasaran digital. Hal ini penting karena pada pasar digital seolah menawarkan pilihan yang tidak terbatas, berbeda dengan pasar konvensional.

3. Cara baru untuk menghasilkan pendapatan, dan mengurangi biaya.

    Salah satu peluang yang menggiurkan dari digital entrepreneurship adalah terbukanya lapangan usaha baru yang mudah dijalankan oleh siapa saja dengan harga yang begitu murah. Pada dunia nyata, membuka usaha baru akan mahal dan berisiko tinggi, sedangkan pada dunia digital, resiko yang mungkin terjadi tidak lagi menjadi hambatan, melainkan dapat menjadi peluang untuk merancang strategi bisnis baru dan mengimplementasikannya lebih cepat dibanding bisnis konvensional pada dunia nyata.

4. Peluang baru untuk berkolaborasi dengan platform dan mitra.

    Dunia digital akan memudahkan para pebisnis untuk bertemu siapa saja, termasuk mereka yang memiliki minat yang sama. Bergabung dengan beberapa platform online tidak hanya memperluas sasaran pelanggan, tapi juga menjaring mitra potensial yang tertarik untuk berkolaborasi dengan bisnis yang dijalankan. 

5. Sumber peluang, risiko, dan keunggulan kompetitif baru.

    Digital entrepreneurship akan membuka peluang sekaligus risiko baru muncul bagi mereka yang bergelut di dalamnya. Terbukanya ranah persaingan yang luas sekaligus ketat ini akan melahirkan para pebisnis yang inovatif untuk dapat terus bersaing pada pasar digital.




    

Karakteristik Digital Entrepreneurship

    Digital entrepreneurship merupakan kewirausahaan yang dikembangkan dengan dukungan layanan digital yang mempunyai karakter khusus yang berbeda dari jenis perusahaan lainnya, seperti:

1. Biasanya merupakan kepemilikan perseorangan atau bisnis dengan tim kecil. 

    Tidak adanya batasan terhadap akses dan lokasi, disertai murahnya biaya awal untuk menjalankan bisnis memungkinkan siapa saja dapat memulai usahanya saat ini juga pada dunia digital. Bisnis dengan tim kecil menjadi hal yang wajar, dalam laporan Masyarakat Industri Kreatif Teknologi Informasi dan Komunikasi Indonesia (MIKTI) mayoritas atau 72,5% startup di Indonesia hanya memiliki karyawan kurang dari 50 orang pada tahun 2021. Angka wirausahawan baru pada dunia digital juga terus meningkat setiap tahunnya. Para pebisnis juga dapat menggunakan online tools untuk menggantikan beberapa peran dalam timnya agar kinerja lebih efektif dan gesit.

2. Biasanya beroperasi sepenuhnya online, tetapi beberapa mungkin juga menawarkan layanan mereka secara lokal melalui hub digital dan distribusi internet. 

    Digital entrepreneurship tentu saja berbicara tentang aktivasi bisnis pada dunia digital dengan memanfaatkan berbagai platform online. Para wirausahawan digital dapat mengembangkan ide, menyasar target pelanggan, melakukan pengembangan produk atau jasa, dan tes pasar dengan menguasai digital marketing.

3. Bisnis ini mungkin memiliki biaya overhead rata-rata yang lebih rendah, yang dapat membantu mereka menjadi lebih tahan terhadap perubahan pasar.

    Biaya overhead adalah biaya yang dikeluarkan bisnis untuk bertahan dalam pasar dan tidak berkaitan dengan biaya pembuatan atau produksi produk atau jasa. Melalui platform online, biaya overhead biasanya menjadi lebih rendah, seperti biaya listrik, telepon, sewa dan pajak properti, dan lain sebagainya.




    

Tips untuk Digital Entrepreneurship 

    Siapa pun dapat menjadi seorang digital entrepreneur di tengah maraknya pertumbuhan ekonomi kreatif. Namun, di saat yang sama tidak semua digital entrepreneur dapat bertahan pada ekosistem pasar yang terbuka lebar. Simak tips di bawah ini sebelum kamu mencemplungkan diri pada digital entrepreneurship.

1. Tetapkan tujuan

    Sebagai langkah awal, kamu perlu memetakan tujuan yang ingin dicapai dalam skala besar maupun skala kecil pada bisnis yang ingin kamu kembangkan. Tujuan skala kecil dapat berupa sejumlah capaian kecil yang dapat diwujudkan dalam jangka waktu pendek, misalnya capaian harian, mingguan, dan bulanan.

2. Terus belajar

    Perubahan cepat yang kerap terjadi pada dunia digital adalah hal yang natural dan perlu kamu tanggapi dengan sigap sebagai digital entrepreneur. Kamu dapat menyiapkan diri dengan terus mencari tahu tentang standar baru dalam dunia digital, misalnya situs web terbaru apa saja yang bisa mendorong pertumbuhan bisnis, bagaimana cara kerja coding, dan lain sebagainya.

3. Kembangkan networking

    Berjejaring dapat membawa kamu dan bisnis yang kamu kembangkan ke tingkat selanjutnya. Melalui kolaborasi, secara tidak langsung bisnis yang kamu jalankan juga dapat terpapar pada basis konsumen mitra bisnismu. Berjejaring dapat saling menguntungkan pebisnis dibanding berusaha melawan para kompetitor.

4. Memantau biaya

    Pengelolaan keuangan adalah hal yang paling utama dalam sebuah bisnis, baik itu digital maupun konvensional. Sudah banyak platform online terkait catatan pengeluaran dan pemasukan bisnis yang dapat kamu manfaatkan. Catatan keuangan yang rapi dapat membantu kamu untuk mengembangkan strategi bisnis di masa mendatang.

5. Bangun prototipe

    Prototipe dapat membantu kamu untuk menilai produk atau jasa secara efektif. Alih-alih menceritakan ide produk atau jasa melalui slide presentasi, yang mana pelanggan tidak dapat berinteraksi langsung dengan produk atau jasa tersebut, lebih baik buatlah prototipe produk atau jasa dan lakukan tes pada target pelanggan yang disasar. Untuk jasa berupa layanan, kamu dapat merancang sebuah simulasi dan mencobanya dengan target pelanggan sungguhan.




        Melalui digital entrepreneurship, kamu akan memiliki akses ke banyak alat pemasaran digital yang memungkinkan bisnismu menjangkau pelanggan yang lebih luas. Oleh karena itu, manfaatkan kesempatan pada pangsa pasar digital dan pelajari cara kerjanya.



Komentar

Postingan Populer